Sabtu, 26 Januari 2013

SOAL - SOAL TENTANG KOPERASI



1.      Yang termasuk evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi perusahaan, kecuali ...
a.    Efisiensi perusahaan koperasi
b.   Produktivitas koperasi
c.    SDM pada koperasi*
d.   Analisis laporan keuangan
e.    Efektivitas koperasi

2.      Yang bukan merupakan kombinasi dari koperasi sebagai badan usaha yaitu ...
a.    Manusia
b.   Informasi
c.    Aset – aset fisik dan non fisik
d.   Pelayanan*
e.    Teknologi

3.      Koperasi sebgai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari, kecuali…
a.     Manusia
b.    Politik*
c.     Aset-aset fisik dan non fisik
d.    Informasi
e.     Teknologi

4.      Menurut Thoby Mutis (1902), 5 lingkup efisiensi koperasi adalah…
a.     Intern, Alokatif, Evaluasi, Dinamis, Sistematis
b.    Alokatif, Sosial, Sistematis, Dinamis, Produktif
c.     Ekstern, Intern, Produktif, Sosial, Dinamis
d.    Intern, Alokatif, Ekstern, Dinamis, Sosial*
e.     Ekstern, Sosial, Intern, Evaluasi, Sistematis

5.      Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah
a.    manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektifitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi*.
b.   manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efektifitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
c.    manfaat ekonomi dan pengukurannya tidak dihubungkan dengan teori efisiensi, efektifitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
d.   manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi dan efektifitas waktu terjadinya transaksi.
e.    manfaat ekonomi dan pengukurannya tidak dihubungkan dengan teori efisiensi, efektifitas serta waktu terjadinya transaksi.

6.      Tujuan perusahaan, dari efisiensi perusahaan koperasi adalah…
a.     Memaksimumkan keuntungan
b.    Memaksimumkan nilai perusahaan
c.     Mamaksimumkan biaya
d.    Jawaban a,b,c benar*
e.     Jawaban a,b,c salah

7.      Yang dimaksud Efisiensi dalam evaluasi keberhasilan koperasi adalah…
a.    pencapaian target ouput yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os>Oa disebut efektif.
b.   penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya (ls), jika ls*.
c.    pencapaian target Output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>I) disebut produktif.
d.   menekan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
e.    Modal koperasi digunakan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari modl investasi dan modal kerja

8.      Penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya (ls), bisa dikatakan efisien jika…
a.    ls=la
b.   ls>la
c.    ls+la=0
d.   ls*
e.    1-ls=la

9.      Efisiensi merupakan perbandingan antara
a.    Output dan modal
b.   Modal dan Aktiva
c.    Input dan Aktiva
d.   Modal dan Pasiva
e.    Output dan Input*

10.  Rumus dari efisiensi perusahaan koperasi adalah..
a.    Aktiva : Pasiva.
b.   Modal : Aktiva.
c.    Modal : Pasiva.
d.   Output : Input*.
e.    Input : Aktiva.

11.  Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi / diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi
a.    2 jenis*.
b.   3 jenis.
c.    4 jenis.
d.   5 jenis.
e.    6 jenis.

12.  Dapat memenuhi kebutuhan anggotanya adalah contoh dari …
a.    Manfaat ekonomi langsung*.
b.   Manfaat ekonomi Tidak Langsung.
c.    Manfaat efektivitas ekonomi.
d.   Manfaat efisiensi ekonomi.
e.    Manfaat efektivitas dan efisiensi ekonomi.

13.  Manfaat ekonomi langsung (MEL) adalah…
a.    manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya satu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan / laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
b.   manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektifitas serta waktu terjadinya transaksi tau diperolehnya manfaat ekonomi.
c.    menekan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
d.   Manfaat ekonomi yang dirasakan sebelum dia menjadi anggota dalam koperasi tersebut.
e.    manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya*.

14.  Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)…
a.  manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya satu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan / laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU anggota*.
b.  manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektifitas serta waktu terjadinya transaksi tau diperolehnya manfaat ekonomi.
c.  menekan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
d.  Manfaat ekonomi yang dirasakan sebelum dia menjadi anggota dalam koperasi tersebut.
e.  manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.

15.  Kunci utama efisiensi koperasi adalah…
a.    Memaksimumkan keuntungan.
b.   Meminimumkan biaya.
c.    Pelayanan usaha kepada anggotanya*.
d.   Memaksimumkan biaya.
e.    Memaksimumkan nilai perusahaan.

16.  Rumus menghitung total manfaat ekonomi adalah…
a.    METL : MEL
b.   MEL – METL
c.    (MEL + METL) - BA
d.   MEL + METL*
e.    MEL  x METL

17.  Rumus untuk mencari MEN adalah…
a.    METL : MEL
b.   MEL – METL
c.    (MEL + METL) – BA*
d.   MEL + METL
e.    MEL  x METL

18.  Yang dimaksud Efektivitas dalam evaluasi keberhasilan koperasi adalah…
a.    pencapaian target ouput yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os>Oa disebut efektif*.
b.   penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya (ls), jika ls
c.    pencapaian target Output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>I) disebut produktif.
d.   menekan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
e.    Modal koperasi digunakan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari modl investasi dan modal kerja

19.  Rumus untuk menghitung Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota adalah…
a.  (TEBP)= Realisasi Biaya : Anggaran Biaya usaha
b.  (TEBP)= Realisasi Biaya Pelayanan : Anggaran Biaya Pelayanan*
c.  (TEBP)= Realisasi Biaya Pelayanan - Anggaran Biaya Pelayanan
d.  (TEBP)= Realisasi Biaya + Anggaran Biaya usaha
e.  (TEBP)=  Realisasi  Biaya Pelayanan + Anggaran Biaya Pelayanan

20.  Rumus menghitung Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota adalah …
a.    (TEBU)= Realisasi Biaya : Anggaran Biaya usaha*
b.   (TEBU)= Realisasi Biaya Pelayanan : Anggaran Biaya Pelayanan
c.    (TEBU)= Realisasi Biaya Pelayanan - Anggaran Biaya Pelayanan
d.   (TEBU)= Realisasi Biaya + Anggaran Biaya usaha
e.    (TEBU)=  Realisasi  Biaya Pelayanan + Anggaran Biaya Pelayanan

21.  Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota dapat dikatakan efisiensi jika…
a.    TEBU = 1
b.   TEBU > 1
c.    TEBU – TEBP = 1
d.   TEBU < 1*
e.    TEBU + TEBP = 1

22.  Yang dimaksud Produktivitas dalam evaluasi keberhasilan koperasi adalah…
a.    pencapaian target ouput yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os>Oa disebut efektif.
b.   penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya (ls), jika ls
c.    pencapaian target Output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>I) disebut produktif*.
d.   menekan bahwa perusahaan perlu menetapkan tujuan sehingga perusahaan dapat menentukan apa yang harus dilakukan.
e.    Modal koperasi digunakan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari modl investasi dan modal kerja


23.  (SHU : Modal Koperasi) x 100% merupakan rumus untuk menghitung ...
a.    Efektivitas koperasi
b.   Efisiensi koperasi
c.    Produktivitas koperasi*
d.   Analisis laporan keuangan
e.    SDM pada koperasi

24.  Pencapaian target Output (O) atas Input yangdigunakan (I), dapat dikatakan produktif jika…
a.    O = I
b.   O > I*
c.    O < I
d.   O + I = 1
e.    O / 2 = I

25.  Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan meliputi, KECUALI…
a.     Neraca
b.    Perhitungan hasil usaha (income statement)
c.     Laporan arus kas (cash flow)
d.    General ledger*
e.     Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan

26.  Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan dapat dijadikan sebagai ...
a.       Evaluasi kemajuan koperasi*
b.      Evaluasi pembagian SHU
c.       Evaluasi perhitungan modal
d.      Evaluasi pinjaman kepada anggota
e.       Evaluasi terhadap penanaman modal diluar anggota

27.  Yang bukan merupakan informasi perhitungan SHU dari badan usaha dan koperasi adalah ...
a.       SHU total koperasi pada satu tahun
b.      Total simpanan seluruh anggota
c.       Total seluruh transaksi usaha
d.      Bagian SHU selain anggota*
e.       SHU untuk transaksi usaha anggota

28.  Pada badan usaha dan koperasi, SHU yang dibagi sesuai aturan yang telah ditetapkan pada anggaran dasar adalah sebagai berikut, kecuali ...
a.       Cadangan koperasi
b.      Jasa anggota
c.       Dana pengurus
d.      Dana untuk pembangunan lingkungan
e.       Modal asing*

29.  Bagi suatu badan koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multi purpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara ...
a.       Realisasi biaya pelayanan : Anggaran biaya pelayanan
b.      Laba bersih dari usaha anggota : Modal koperasi x 100%
c.       EfP + EfPK + Evs + EvPU*
d.      Modal ekonomi langsung – Modal ekonomi tidak langsung
e.       Realisasi biaya pelayanan : Anggaran biaya pelayanan

30.  Modal koperasi digunakan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi yang terdiri dari
a.       Modal sendiri dan modal kerja
b.      Modal investasi dan modal sendiri
c.       Modal anggota dan modal sendiri
d.      Modal anggota dan modal investasi
e.       Modal investasi dan modal kerja*









Minggu, 04 November 2012

BAGAIMANA MENSOSIALISASIKAN KOPERASI KE MASYARAKAT ?

Sebenarnya koperasi sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun masih banyak yang tidak mau mengurus koperasi tersebut .
Koperasi pada saat ini sudah sangat mendunia .
Menurut Tanri Abeng , perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut :
  • Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
  • Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
  • Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
  • Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
  • Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Ada beberapa dampak positif dan negatif dari globalisasi ekonomi termasuk koperasi .
Berikut ini akan saya jelaskan lebih rinci tentang dampak positif dan negatif yang juga saya ambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi :

A. Dampak Positif
1. Produksi global dapat ditingkatkan.
    Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.  
2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
    Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
3. Meluaskan paar untuk produksi dalam negeri.
    Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri. 
4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
    Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.
5. Menyediakan dana tambahan untuk embangunan ekonomi.
    Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

B. Dampak Negatif
1. Menghambat pertumbuhan sektor industri.
    Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.
2. Memperburuk neraca pembayaran.
    Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
3. Sektor keuangan semakin tidak stabil.
    Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
4. Memperburuk prospek ekonomi jangka panjang.
    Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.

Dilihat dari banyaknya dampak negatif dan positif dari globalisasi ekonomi , tentunya makin mendorong kita sebagai warga Indonesia untuk lebih mengenalkan dan mensejahterakan koperasi kepada masyarakat Indonesia.

Sebelum kita mensosialisasikan koperasi ke masyarakat, ada baiknya kita melakukan langkah - langkah berikit ini :
a. Memperbaiki organisasi yang ada di tubuh koperasi
b. Membuat visi dan misi koperasi dengan jelas
c. Mengetahui dengan baik jenis koperasi yang dijalankan (baik koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi pemasaran, atau koperasi jasa)
d. Melakukan pembenahan pada tempat yang akan dijadikan sebagai koperasi

Tempat yang akan dibangun sebagai koperasi haruslah bagus, rapi dan bersih sehingga akan menarik perhatian banyak orang untuk berkoperasi


NB : TULISAN INI DIBUAT BERDASARKAN PENDAPAT SENDIRI DAN BEBERAPA TAMBAHAN INFORMASI DARI http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi. TERIMA KASIH ATAS INFORMASI YANG MEMBANTU DALAM PEMBUATAN TULISAN INI. MOHON MAAF JIKA PENDAPAT SAYA KURANG TEPAT DAN TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG ATAU MENYUDUTKAN PIHAK MANAPUN.

SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI?

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara.
 Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
  • Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
  • Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
  • Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
  • Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  • Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
 Sejarah globalisasi
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antar bangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk berdagang. Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan telah terjadinya globalisasi.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antar bangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antar negara pun mulai kabur.Di satu sisi, globalisasi perekonomian akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif. Namun di sisi lain, juga membuka peluang masuknya produk - produk global ke pasar domestik.

~ Dampak positif globalisasi ekonomi :
1. Produksi global dapat ditingkatkan
2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
3. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
5. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

~ Dampak negatif globalisasi ekonomi :
1. Menghambat pertumbuhan sektor industri
2. Memperburuk neraca pembayaran
3. Sektor keuangan semakin tidak stabil
4. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Untuk koperasi Indonesia sendiri sepertinya belum terlalu siap untuk menghadapi era globalisasi karena jika dilihat dari beberapa aspek seperti aspek kepengurusan (struktur organisasi) dan aspek kegiatan koperasi masih belum dapat berjalan dengan baik.

Agar koperasi Indonesia siap menghadapi era globalisasi, kita harus bisa melakukan "pembenahan" pada badan koperasi agar tidak terhempas badai globalisasi.


NB : TULISAN INI DIBUAT BERDASARKAN PENDAPAT SENDIRI DAN BEBERAPA TAMBAHAN INFORMASI DARI http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi. TERIMA KASIH ATAS INFORMASI YANG MEMBANTU DALAM PEMBUATAN TULISAN INI. MOHON MAAF JIKA PENDAPAT SAYA KURANG TEPAT DAN TIDAK BERMAKSUD MENYINGGUNG ATAU MENYUDUTKAN PIHAK MANAPUN.